Filososfi dan Undang-undang Pendidikan Kejuruan

June 1, 2017

Seperti yang kita ketahui bersama Filosofi atau sebuah pandangan hidup Pendidikan Kejuaruan yaitu eksistensialisme dan esensialisme. Dimana eksistensialisme merupakan filososfi bagaimana pendidikan kejuruan mampu membentuk manusia menjadi manusia. Bagaimana pendidikan kejuruan mempu membuat alumni-alumni yang mampu berkarya dan mengembang kan diri mereka ditengah-tengah masyarakat. Bukan hanya sebagai tenaga kerja tetapi juga sebagai wirausahawan yang mandiri yang mampu membuka lapangan kerja bagi orang lain.

Sedangkan landasan filososfi esensialisme merupakan filosofi dimana pendidikan kejuruan mampu mengaitkan dan mengkoneksikan dengan berbagai bidang misalnya saja dengan bidang ekonomi-keagamaan-sosial-ketenaga kerjaan dan berbagai bidang keilmuan. Selain kedua filosofi itu yang terakhir merupakan filosofi pragmatisme yaitu pandangan yang melihat pendidik dan siswa merupakan unsur penting dalam proses pembelajaran.

Sedangkan ditinjau dari undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) No. 20 tahun 2003 pasal 15 menyatakan bahwa pendidikan kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.

Read the rest of this entry »


Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan (Vol 2, No.2, Agustus 2015)

December 6, 2016

jurnal-mekom-edi


Tradisional vs Online

March 23, 2016

demo-sopir-taksi-2_20160322_160356

Assalamualikum wr.wb. salam online rekan-rekan bloger, setelah hampir sekian lama tertidur akhirnya saya bisa menulis lagi di blog saya ini. Beberapa tahun terakhir sibuk keluyuran keliling Indonesia berbagi ilmu dengan guru-guru dalam penerapan pembelajaran aktif berbasis teknoogi informasi dan komunikasi (TIK) dan sibuk di ruang kuliah shraing pengetahuan dengan para adik-adik mahasiswa.

Setelah lama tak menulis jadi bingung mau memulai tulisan dari  mana, sebenarnya banyak sekali yang ingin di tuangkan dalam tulisan sampai tak tahu mulai dari mana. Jadi terpikir oleh saya untuk menulis sebuah artike tentang Tradisional melawan (vs) Online.

Baru saja semalam saya menyaksikan di setiap stasiun televisi berbagai berita tentang demo anarkis supir angkutan umum di ibukota Jakarta (katanya ish supir angkutan tradisional) kata media, mereka mendemo angkutan umum berbasis online. Sangat menarik memang dengan berbagai pro dan kontra, ada yang mendukung angkutan umum berbasis aplikasi berbasis online di tutup dan ada juga yang senang dengan adanya angkutan berbasis online tersebut. Ada beberapa yang menjadi pertimbangan supir angkutan umum mendemo angkutan berbasis online salah satunya adalah pendapatan mereka berkurang dengan adanya angkutan online tersebut, padahal kalau di tinjau dari segi bisnis itu sesuatu yang sangat wajar, pasti konsumen akan memilih sesuatu yang murah dengan pelayanan yang baik, bahkan dari segi waktu bisa lebih cepat. Jadi wajar saja angkutan berbasis online sangat diminati sebagian besar konsumen yang sibuk dan menginginkan sebuah layanan yang cepat dan murah. Kalau ditinjau dari segi agama (agama Islam), yah yang namanya rezky itu semua milik oorang tergantung bagaimana mereka berusaha dan berdoa agar mendapatkannya. Jadi dari sisi ini saya agak heran dan sedikit lucu dengan alasan pendapatan mereka berkurang. Read the rest of this entry »


Pengembangan

December 10, 2013

Menurut Andrew F. Sikula mendefinisikan pengembangan sebagai berikut : “Pengembangan mengacu pada masalah staf dan personel adalah suatu proses pendidikan jangka panjang menggunakan suatu prosedur yang sistematis dan terorganisasi dengan mana manajer belajar pengetahuan konseptual dan teoritis untuk tujuan umum”.

Sedangkan menurut Dr. Nusa Putra, (2013:70) dalam National Science Board “Research And Development: Essensial Foundation For U.S Competitiveness in A Global Economy” menguraikan Pengembangan didefiisikan sebagai studi sistematis dari pengetahun atau pemahaman, diarahkan pada produksi bahan yang bermanfaat, perangkat, dan sistem atau metode, termasuk desain, pengembangan dan peningkatan prioritas serta proses baru untuk memahami persyaratan tertentu.

Berdasarkan definisi yang menjadi rujukan di atas dapat pengembangan merupakan hasil dari tinjauan kontekstual dilapangan yang dilakukan secara sistematis dari pemahaman secara terstruktur yang kemudian mengasilkan sebuah produk yang bermanfaat dan memiliki tujuan yang jelas.


UJIAN NASIONAL DALAM CATATAN

May 3, 2013

Oleh ; Muhammad Riska Babo. S.Pd. 

Tidak terasa sudah dua minggu ujian nasional berakhir untuk tingkat SMA/SMK dan SMP. Berbagai permasalahan tak pernah lepas dari urusan yang satu ini. Di tahun –tahun sebelumnya UN menjadi permasalahan karena tingkat nilai kelulusannya terlalu tinggi yang dikhawatirkan membuat siswa kesulitan untuk mendapatkan nilai yang tinggi bahkan dikhawtirkan banyaknya siswa yang tidak lulus dalam UN. Berbagai protes pun di lontarkan beberapa kalangan pemerhati pendidikan dan masyarakat.

Ditahun ini UN pun menyisahkan banyak masalah- penundaan UN tingkat SMA/SMK di 11 provinsi beberapa hari yang diakibatkan dari terlambatnya pendistribuasian ke daerah merupakan catatatn kelam pelaksanaan UN sepanjang sejarah pelaksanaan UN. Pendistribusian yang telat oleh pihak percetakan karena pihak percetakan tidak mampu meyelesaikan soal tepat waktu. Pelemparan tanggung jawab pun terjadi antara pihak Kemendikbud dan pihak percetakan. Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud hanya melibatkan empat perusahaan percetakan yang dimana salah satunya PT Ghalia Indonesia Printing yang bermasalah.

Permasalahan tidak hanya sampai di situ penundaan UN di 11 propinsi membuat psikologi peserta. Walaupun menurut mentri M. Nuh bahwa penundaan UN tidak berpengaruh secara psikis terhadap anak peserta UN- tetap menurut  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan sebaliknya. KPAI beranggapan bahwa anak sudah mempersiapkan waktu dan mental tetapi ternyata ditunda. Kekecewaan penundaan ini berbuntut panjang secara psikologi bahkan bisa saja memecah konsentrasi anak- ditambah lagi dengan asumsi  belakangan ini bahwa UN tahun ini akan mendapat bocoran. Read the rest of this entry »


WEB BASE LEARNING (Pembelajaran Berbasis WEB)

March 25, 2013

webPembelajaran berbasis web merupakan pembelajaran yang menggunakan media internet dengan platform world wide web (www). Pembelajaran berbasis web sangat menarik untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran karena materi pembelajaran yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja asal terkoneksi dengan internet. Pembelajaran berbasis web biasanya menggunakan berbagai media atau multimedia- teks- audio- video- animasi- dan berbagai media yang bermanfaat. Karena berjalan dengan platform internet atau www maka perlu desain web pembelajaran yang user friendly digunakan oleh peserta didik. Berbagai pembelajaran berbasis web misalnya saja LMS (learning Managemen System) Moodle atau Joomla yang sekarang lagi populer.

Pembelajaran berbasis web tidak semata-mata guru hanya mengunggah materi dan siswa mengunduh materi dan soal lalu dikerjakan lalu mengunggah ulang ke web tetapi juga diperlukan strategi dan model pembelajaran yang efektif untuk mengaktifkan siswa untuk belajar. Karena jika sebatas mengupload materi tidak ada bedanya dengan pembelajaran di kelas yang gurunya hanya memberikan buku dan menginstruksikan siswanya untuk mengerjakan soal. Juga dalam pembelajaran berbasis web ini guru dituntu untuk mengetahui pengetahuan lebih tentang internet- tidak hanya browsing tetapi bagaimana membuat- mendesain dan mengelolah media pembelajaran webnya. Sehingga guru mampu memfasilitasi peserta didik dengan maksimal. Untuk Lebih lengkap tentang tulisan ini silahkan download disni Pembelajaran Berbasis WEB.


ANALISIS KEBIJAKAN KUANTITAS PROPORSI SMK:SMA (KAJIAN)

January 2, 2013

SMK BisaSaat ini pemerintah Indonesia mempunyai program dalam dunia pendidikan, yaitu jumlah untuk SMK sebanyak 70% dan 30% untuk SMU. Perubahan jumlah sekolahan ini terpicu data yang diperoleh di lapangan bahwa pengangguran produktif kebanyakan adalah lulusan SMU. Pada dasarnya SMU diprogram untuk mereka yang melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi, sedangkan pembekalan skill (untuk SMU) bisa dikatakan, tidak ada. Berbeda dengan dunia SMK, mereka dituntut untuk menguasai skill serta diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. SMK dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dari segi keterampilan kerja, maka dari itu saat ini banyak perusahaan yang membutuhkan lulusan dari SMK. Dinas Pendidikan telah menganjurkan untuk lebih memilih SMK karena lebih menjanjikan dalam dunia kerja. Dimasukkannya anak-anak ke sekolahan kejuruan adalah agar siswa cepat mendapat pekerjaan selepas lulus, dengan bekal keterampilan yang didapat dari sekolah. Jadi, sebetulnya, sekolah kejuruan juga berperan aktif dalam pengentasan kemiskinan yang ada di masyarakat, dengan pembekalan keterampilan serta mempersiapkan siswa untuk dapat mandiri. Semakin banyaknya siswa yang belajar di sekolah kejuruan, semakin dapat ditekan pula angka kemiskinan yang ada di masyarakat. Harapan semua pihak, terutama dunia pendidikan dan pemerintah Indonesia adalah siswa yang telah lulus dapat berwirausaha, sehingga angka pengangguran dapat ditekan. Read the rest of this entry »