Kelelahan Kerja

Defenisi Kelelahan Kerja

  • Levy (1990) mengutarakan bahwa kelelahan kerja masih merupakan misteri dunia kedokteran modern, penuh kekaburan dalam sebab musababnya serta pencegahannyapun belum terungkap secara jelas.
  • Rizeddin (2000): kelelahan menurunkan kapasitas kerja dan ketahanan kerja yang ditandai oleh sensasi lelah, motivasi menurun, aktivitas menurun.
  • Keadaan yang ditandai oleh adanya perasaan kelelahan kerja dan penurunan kesiagaan.
  • Keadaan pada saraf sentral sistimik akibat aktivitas yang berkepanjangan dan secara fundamental dikontrol oleh sistim aktivasi dan sistim ihibisi batang otak.
  • Merupakan fanomena komples yang disebabkan oleh faktor biologi pada proses kerja dan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.
  • Merupakan kriteria lengkap tidak hanya menyangkut kelelahan fisik dan psikis tetapi lebih banyak kaitannya dengan adanya penurunan kinerja fisik, adanya perasaan lelah, penurunan motivasi, dan penurunan produktivitas kerja.
  • Adalah respon total terhadap stres psikososial yang dialami dalam satu periode waktu tertentu dan cenderung menurunkan motivasi dan prestasi kerja.

Jadi dapat dikatakan kelelahan  dapat  diartikan  sebagai   suatu  kondisi  menurunnya   efisiensi,  performakerja,   dan   berkurangnya   kekuatan   atau   ketahanan   fisik   tubuh   untuk   terus   melanjutkan kegiatan   yang   harus   dilakukan.Tingkat kelelahan itu ditandai dengan Time Motion Study.

Menurut Dwiveldi (1981) membuat sesuatu model teoritis dari kelelahan kerja yang terdiri atas :

a)    Dimensi Fisik yang menyebabkan adalah faktor mesin-tipe pekerjaan-tempat kerja-suhu-program libur.

b)   Dimensi Psikologis- meliputi perbedaan kepribadian individu- motivasi kemampuan- pelatihan- kebiasaan- kebosanan- kondisi kesehatan umum dan hubungan antar manusi.

c)    Dimensi neurofisiologis- meliputi system aktivasi retikuler-faktor inhibisi dan humoral.

Perubahan Fisiologis Akibat Kelelahan Kerja

Secara fisiologis tubuh manusia diibaratkan sebagai suatu mesin yang mengkonsumsi bahan bakar sebagai sumber energy. Kelelahan merupakan akumulasi asam laktat dalam otot aliran darah yang mengurangi kapasitas kerja otot. Kemungkinan system syaraf tepid an pusat juga dapat dipengaruhi- dengan demikian menyebabkan sesorang lamban ketika lelah. Otot yang bergerak disertai dengan reaksi kimia dimana glikogen yang dibawa dalam darah dirombak menjadi asam laktat yang merupakan limbah yang dapat membatasi kontunitas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: