Filososfi dan Undang-undang Pendidikan Kejuruan

Seperti yang kita ketahui bersama Filosofi atau sebuah pandangan hidup Pendidikan Kejuaruan yaitu eksistensialisme dan esensialisme. Dimana eksistensialisme merupakan filososfi bagaimana pendidikan kejuruan mampu membentuk manusia menjadi manusia. Bagaimana pendidikan kejuruan mempu membuat alumni-alumni yang mampu berkarya dan mengembang kan diri mereka ditengah-tengah masyarakat. Bukan hanya sebagai tenaga kerja tetapi juga sebagai wirausahawan yang mandiri yang mampu membuka lapangan kerja bagi orang lain.

Sedangkan landasan filososfi esensialisme merupakan filosofi dimana pendidikan kejuruan mampu mengaitkan dan mengkoneksikan dengan berbagai bidang misalnya saja dengan bidang ekonomi-keagamaan-sosial-ketenaga kerjaan dan berbagai bidang keilmuan. Selain kedua filosofi itu yang terakhir merupakan filosofi pragmatisme yaitu pandangan yang melihat pendidik dan siswa merupakan unsur penting dalam proses pembelajaran.

Sedangkan ditinjau dari undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) No. 20 tahun 2003 pasal 15 menyatakan bahwa pendidikan kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.

Dilaihat dari landasan filososfi dan undang-undang tentang pendidikan kejuruan sangat berhubungan dengan mempersiapkan seseorang bekerja dan memperbaiki potensi kerja. Dapat dikatakan bahwa pendidikan kejuruan merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memperispkan tenaga yang memiliki keterampilan dan pengetahuan sesuai dengan persyaratan lapangan kerja serta mampu mengembangkan potensinya-selain itu juga mampu untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dengan begitu mereka mampu untuk tetap eksis dan berusaha untuk sukses sepanjang karir mereka sepanjang hayat.

Kriteria keberhasilan secara tuntas lulusan tidak hanya memenuhi persyaratan kurikuler yang sudah diorientasikan ke persyaratan dunia kerja, sedang kriteria yang kedua diindikasikan oleh keberhasilan atau penampilan lulusan setelah berada di dunia kerja yang sebenarnya. Komitmen pada dunia kerja membuat ciri lain dari pendidikan kejuan yang dimana mereka harus peka terhadap perkembangan masyarakat dan dunia kerja-perkembangan ilmu dan teknologi dan perkembangan dibidang lain semuanya itu berpengaruh dengan perkembangan pendidikan kejuruan. Kalau dilihat dari filososi pargmatisme-maka untuk mewujudkan situasi dan cara belajar yang mencerminkan dunia kerja yang realistik dan edukatif membuat pendidikan kejuruan membutuhkan banyak perlengkapan dan prasarana yang memadai. Dibutuhkannya laboratorium yang mampu mencerminkan dunia kerja/dunia industri sehingga dapat menyertai eksistensi. Selain itu juga tenaga pendidik yang profesional memiliki keahlian teori dan praktek serta mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Selain itu semua kebijakan dari pemerintah merupakan suatu pertimbangan yang harus diperhatikan sehingga pengembangan program pendidikan kejuan mampu disesuaikan dengan DU/DI (Dunia Usaha dan Dunia Industri)-bukan hanya minat sesaat dari siswa tanpa memperhatikan mutu dan kwalitas lulusan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: