UJIAN NASIONAL DALAM CATATAN

May 3, 2013

Oleh ; Muhammad Riska Babo. S.Pd. 

Tidak terasa sudah dua minggu ujian nasional berakhir untuk tingkat SMA/SMK dan SMP. Berbagai permasalahan tak pernah lepas dari urusan yang satu ini. Di tahun –tahun sebelumnya UN menjadi permasalahan karena tingkat nilai kelulusannya terlalu tinggi yang dikhawatirkan membuat siswa kesulitan untuk mendapatkan nilai yang tinggi bahkan dikhawtirkan banyaknya siswa yang tidak lulus dalam UN. Berbagai protes pun di lontarkan beberapa kalangan pemerhati pendidikan dan masyarakat.

Ditahun ini UN pun menyisahkan banyak masalah- penundaan UN tingkat SMA/SMK di 11 provinsi beberapa hari yang diakibatkan dari terlambatnya pendistribuasian ke daerah merupakan catatatn kelam pelaksanaan UN sepanjang sejarah pelaksanaan UN. Pendistribusian yang telat oleh pihak percetakan karena pihak percetakan tidak mampu meyelesaikan soal tepat waktu. Pelemparan tanggung jawab pun terjadi antara pihak Kemendikbud dan pihak percetakan. Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud hanya melibatkan empat perusahaan percetakan yang dimana salah satunya PT Ghalia Indonesia Printing yang bermasalah.

Permasalahan tidak hanya sampai di situ penundaan UN di 11 propinsi membuat psikologi peserta. Walaupun menurut mentri M. Nuh bahwa penundaan UN tidak berpengaruh secara psikis terhadap anak peserta UN- tetap menurut  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan sebaliknya. KPAI beranggapan bahwa anak sudah mempersiapkan waktu dan mental tetapi ternyata ditunda. Kekecewaan penundaan ini berbuntut panjang secara psikologi bahkan bisa saja memecah konsentrasi anak- ditambah lagi dengan asumsi  belakangan ini bahwa UN tahun ini akan mendapat bocoran. Read the rest of this entry »